Inmark digital

Pentingnya 5W 1H

Diposting oleh Administrator, June 26, 2015.
20130327-110448
Pertengahan Juni lalu, secara tidak sengaja saya membaca status FB kawan saya, Herry SW, yang cukup menohok:  “Keren, seorang promotor Oppo di Erafone menganggap saya "anjing yang sedang

Pertengahan Juni lalu, secara tidak sengaja saya membaca status FB kawan saya, Herry SW, yang cukup menohok:  “Keren, seorang promotor Oppo di Erafone menganggap saya “anjing yang sedang menggonggong.”  Karena penasaran, saya pun menyempatkan mampir dan membaca lebih jauh tentang status tersebut. Rupanya itu status itu berasal dari komen salah satu ‘promotor’ oppo dalam tulisan Herry di blognya http://ponselmu.com/mengetahui-asal-usul-oppo/#more-3390

Rupanya, Herry SW, yang selama ini memposisikan dirinya sebagai reviewer produk-produk dan layanan TIK menulis tentang asal usul oppo, merek smartphone yang kini sedang naik daun. Ponsel canggih ini dibandrol dengan harga yang setara Samsung, dengan kecanggihan yang kurang lebih sama.

Dalam tulisan tersebut, Herry hanya mengupas asal usul oppo. Rupanya, tulisan tersebut cukup ramai dapat sambutan baik yang pro maupun kontra, dalam komen-komen yang mencapai  lebi h dari 200 komentar.  Salah satunya dari   seseorang yang mengaku ‘promotor’ oppo, yang menganggap penulis blog tersebut anjing menggonggong.

HSW1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Di era digital dan social media, korporat dan brand pun tak mau ketinggalan memanfaatkan kanal-kanal tersebut untuk ‘berkomunikasi’ dengan stakeholdersnya.  Trend yang sudah marak sejak hampir satu dekade ini. Dan ini signifikan dengan pertumbuhan pengguna social media di Indonesia yang relatif pesat.

Saat ini pengguna twitter di Indonesia sudah mencapai  50 juta atau 11% dari populasi pengguna twitter di dunia.  Pengguna Facebook dari Indonesia diperkirakan sudah mencapai  71 juta. Belum lagi kanal social media yang lain, seperti Instagram yang juga aktif digunakan netizen.

Saat ini sudah banyak pemberi jasa/layanan yang aktif menggunakan social media untuk berkomunikasi, baik komunikasi korporat maupun pemasaran. Korporat dan brand hadir hampir di semua kanal social media. Tak jarang juga, akun-akun social medianya dipromosikan via kanal mainstream (koran, televisi , dan lainnya). Mereka juga cukup royal bagi-bagi hadiah bagi followers atau fans nya di jejaring social media. Termasuk oppo juga juga bagi-bagi gadget di social media.

Sayangnya, belum semua pelaku bisnis paham bagaimana berkomunikasi di social media.  Bahwa  berpromosi berbeda dengan berkomunikasi, yang di kanal manapun ada ‘rambu-rambu’nya. Di Indonesia, ada UU ITE yang beberapa kali menjerat netizen gara-gara bahasa yang mereka gunakan dianggap melecehkan pihak lain. Pentingnya memahami bahwa apa yang dilontarkan di social media, bisa membawa konsekuensi yang merugikannya, juga brand yang diwakilinya.

Selebihnya, secara prinsip, konten yang akan disampaikan semestinya memenuhi kaidah dasar 5 W + 1 H. Yaitu: What (apa yang akan disampaikan), Who (kepada siapa), When (kapan timing yang tepat), Where (dimana kanal yang tepat sesuai who nya), Why (apa alasannya), dan H (how- apakah direct atau via pihak lain) dalam istilah social media bisa melalui buzzer. Nah, apakah konten yang disampaikan ‘promotor’ brand tersebut sudah memenuhi kaidah dasar tersebut? Silakan Anda nilai sendiri.

Our location
Socialize


Latest from tweet
Shoot us message

Got a question? Want a quote? Take a moment and complete our handy form and we will get back to you sonner than you'd expect