Inmark digital

Ini Dia 5 Modal Untuk Menjadi Blogger

Diposting oleh Administrator, June 3, 2015.
Pesta Blogger
"Enak ya jadi blogger, dapet gratisan mulu". "Ya iyalah lo diundang ke acara-acara keren, secara lo blogger." "Apa? Jalan-jalan gratis karena ngeblog? Asik ya jadi travel blogger". Hayo, siapa di

“Enak ya jadi blogger, dapet gratisan mulu”. “Ya iyalah lo diundang ke acara-acara keren, secara lo blogger.” “Apa? Jalan-jalan gratis karena ngeblog? Asik ya jadi travel blogger”.

Hayo, siapa di antara kalian yang pernah ditanya kalimat macem begini? Meskipun saya hanyalah blogger kapiran, seringnya saya hanya senyum menanggapi kalimat-kalimat seperti di atas. Karena, ITU NGGAK SEMUANYA BENER. Dapet hal-hal gratis? Iya. Tapi ada harga yang harus kita bayar untuk itu semua. Mungkin tidak setelah mendapatkan barang tersebut, tapi bisa jadi sebelumnya. Jadi blogger itu harus punya modal, yang nggak bisa kalo cuma pakai dengkul kopong. Dan terkadang belum tentu modal yang sudah blogger keluarkan itu balik modal dengan beberapa freebies yang ia dapatkan. Modal? Blogger kan cuma depan laptop. Nulis. Sejam klaar, dapet gratisannya deh. Nope. Blogger itu punya modal. Di sini ada 5 modal para blogger yang bakal saya bahas. Selayaknya apel dan pisang, mari kita kupas juga bahasan permodalan blogger kali ini.

1. Modal uang

Iya lho. Blogger itu modal uang yang cukup banyak. Pertama-tama dari modal laptop untuk menulis. Laiya dong, masa nulisnya pake pensil 2B? Trus semisalkan aja blogger itu hire orang untuk design blognya, hire orang yang lain untuk bikin jeroan blognya. Itu semua pake duit beneran, bukan pake lembaran kertas Dana Umum. Apalagi kalo blognya pake template yang premium dan nggak gratisan. Masih ada pula modal bayar domain tahunan ataupun hosting yang jika dijumlahkan bisa jutaan per tahunnya. Biar blog tambah kece, keluarlah lagi modal untuk membeli sebuah kamera untuk menunjang tulisan dengan foto-foto yang ciamik. Kamu travel blogger? Selamat, kudu modal jalan-jalan dengan duit sendiri dulu jauuuhhh sebelum dapet yang gratisan.

2. Modal waktu

Kalaupun pun blog yang kita pakai adalah blog yang gratisan dan gak berbayar, kami sebagai blogger meluangkan banyak sekali waktu dan effort untuk menulis sesuatu. Pake riset dulu, pake foto-foto dulu, dan liat berulang-ulang kali apakah tulisan udah mantabh surantabh. Misalnya sehari dipake 2 -3 jam untuk ngeblog, seminggu saja sudah lebih 14 – 21 jam untuk ngeblog. Saya sih bukan tipe blogger yang tiap hari meluangkan waktu untuk blog, tapi sekalinya lagi serius, dalam sehari bisa 5-6 jam ngeblog. Kalo untuk tulisan yang berbayar, bisa berkali-kali lipat effortnya. Contohnya kita diberikan sebuah kamera untuk direview. Ya kita pastinya riset bagaimana kamera tersebut dioptimalkan, di mana kamera tersebut bisa didapatkan, seberapa canggih hasil dari kamera itu, yang kesemuanya bersatu menjadi review produk. Malah kalau travel blogger sering mengorbankan cutinya untuk blogger trip yang diadakan beberapa brand. Eits, itu semua hanyalah modal waktu yang dikeluarkan kalau kamu sudah jadi blogger yang cukup dikenal. Kalau baru bikin blog? It takes more more time, unless you’re Dian Sastro.

3. Modal kreativitas

Kreatif itu bermacam-macam. Kreatif dalam mengolah kata dan bermain diksi, kreatif dalam mengedit video, ataupun kreatif dalam memasarkan blog kita. Liat saja agency-agency yang pasang harga pas pitching, apa biasanya yang kategori harganya paling gede? INITIAL PLAN alias IDE AWAL. Tengok di film-film, yang jadi bos gengster bukan yang badan paling gede atau yang paling bisa berantem, tapi yang paling “kreatif” dan banyak ide. Semua orang mungkin bisa menulis, tapi modal ide itu yang mahal. Fashion blogger ada banyak di Jakarta, tapi mengapa lagi-lagi Diana Rikasari yang diendorse oleh banyak brand? Karena terobosan-terobosan unik dan baru yang dia lakukan, tidak hanya memakai resep lama yang itu-itu saja dalam mereview produk. “Keren banget..” “Oke bangett” Duh, basi. Coba deh sekali-kali tulisan kamu ditambah dengan video sederhana, image dalam format GIF, foto yang editannya mumpuni, ataupun ditambah dengan kuis biar lebih rame. Oh ya, bisa juga kamu sedikit kreatif dalam membuat format rate card yang diminta sebelumnya. Punya ide lain? Just fire us!

4. Modal pengetahuan

Be good at something. Or into something. Sehingga ke depannya kamu akan selalu disebut-sebut dalam preferensi atau kapasitas kamu sebagai.. Travel Blogger. Techno Blogger. Fashion Blogger. Food Blogger. Dan apapun kategorinya. Untuk menjadi seseorang yang pro dalam suatu hal pasti sudah makan asam garam di gunung laut dan udara. Hal tersebut tentulah dapat juga dikatakan sebagai suatu modal. Pasti ada alasannya kenapa hotel X mengendorse A si travel blogger, dan brand HP Y mengendorse B si Techno blogger.

5. Modal networking

Networking itu mahal. Coba deh, ada 2 orang yang katanya sama-sama pro dalam suatu hal. Tapi kamu lebih familiar dengan nama si A daripada si B. Siapa yang kamu pilih? Hampir pasti si A. Sudah bikin blog bertahun-tahun, sudah merasa pro di suatu topik, tapi masih belum ada juga brand yang mendekati? Coba ditilik apakah kamu sudah menjalin networking yang baik? Nggak harus kenal direktur telco, nggak harus rajin ngopi-ngopi di tempat ngopi yang harganya gak masuk akal sama PR perusahaan tertentu. Tapi dengan kamu masuk komunitas tertentu bisa mendongkrak nama kamu. Ikutilah komunitas yang kamu pikir cocok dengan visi misi kamu, dan bisa support apa yang kamu lakukan.

Misalnya saja kamu sudah punya anak, dan suka sharing-sharing topik dunia parenting, cocok juga tuh gabung sama komunitas Emak-emak Blogger. Suka jalan-jalan layaknya orang yang di kakinya kebanyakan tai lalet? Gabung sama Travel Bloggers Indonesia. Biasanya brand/agency mengundang komunitas yang sesuai dengan objektif mereka. Karena kamu adalah bagian dari komunitas tersebut, maka kamu bisa juga kena imbasnya. Jangan males dateng ke launching-launching sebuah acara. Di situ, bisa tukeran kartu nama atau gimmick yang kamu buat sendiri seperti pin atau kartu nama. Wah, modal lagi tuh. Selain jalin network dengan orang yang memberikan kita “bayaran”, jangan lupa menjalin network yang baik dengan pembaca kita. Biar bagaimanapun, mereka adalah orang-orang yang membuat kita bisa sampai di level tersebut. 


Namun di atas segalanya, ngebloglah karena kita suka menulis. Ngebloglah karena kita ingin memiliki dokumentasi diri. Ngebloglah karena kita cinta ngeblog. Trus kalo tetep dicap modal gratisan gemana dong? Skut. Biarlah gonggongan itu berlalu. Karena di akhir hari, bloggerlah yang bersuka ria atas kerja kerasnya dan keringat sendiri yang ia bangun dari awal. Salam blogger Indonesia! :)

Our location
Socialize


Latest from tweet
Shoot us message

Got a question? Want a quote? Take a moment and complete our handy form and we will get back to you sonner than you'd expect